Kamis, 26 Mei 2016

Rusaknya Moral Pelajar Indonesia


Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari pendidikan budaya dan Agama.
Pendidikan merupakan suatu proses pembinaan penguasaan pengetahuan, tekhnologi, keterampilan, seni, dan moral etika bagi peningkatan daya saing manusia sebagai individu, yang selanjutnya dapat memberikan sumbangan kepada keberdayaan masyarakat lokal, kapada masyarakat bangsanya, dan akhirnya kepada masyarakat global.
Sayangnya, dewasa ini pendidikan di Indonesia belum mampu menghasilkan pelajar yang memilik moral dan berakhlak mulia. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kasus seperti pelajar yang menggunakan seragam mini yang sangat tidak menunjukkan jati dirinya sebagai pelajar, selain itu banyaknya kasus pelajar yang hamil pra nikah juga menunjukkan merosotnya moral di dunia pendidikan Indonesia.

Beberapa penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia :
1.      Pengaruh Budaya Luar Ini adalah hal yang mungkin menjadi penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia,tak dapat dipungkiri pengaruh budaya barat merusak moral bangsa ini.Sebagai contoh free sex dan pergaulan bebas masuk ke indonesia dari merangseknya budaya barat ke negeri ini.
2.      Kurangnya Agama Ini juga bisa menjadi sebab rusaknya bangsa indonesia.Jika agama yang kita miliki kuat maka tentu saja kita akan takut berbuat dosa.Sehingga tidak akan ada kejahatan atau paling tidak kejahatan akan sangat minim dalam negeri ini.Contohya saja jika para pejabat negeri ini memiliki landasan agama yang baik,maka apa berani dia memakan uang rakyat(Korupsi)?!
3.      Salahnya Sistem Pendidikan Indonesia Ini juga bisa menjadi penyebab rusaknya moral di Indonesia. Sebagaimana anda tahu anak-anak menghabiskan banyak waktunya di dalam sekolah.Sayangnya sekolah sekarang hanya identik untuk mencari ilmu duniawi saja dan jarang ada yang sekolah yang juga mengajarkan aspek2 moral,Jikalau ada porsinya sangat minim.
Maka dari itu, pentingnya pendidikan karakter sejak dini sangatlah penting. Hal ini karena, pendidikan karakter mampu membina dan mengembangkan karakter pelajar sehingga mampu mewujudkan pelajar yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berikut ini beberapa aspek yang dapat menanggulangi kerusakan moral pelajar, diantaranya:
1.      Aspek pendidikan formal/lingkungan sekolah. Pendidikan yang lebih menekankan kepada bimbingan dan pembinaan perilaku konstruktif, mandiri dan kreatif menjadi faktor penting, karena melatih integritas mental dan moral remaja menuju terbentuknya kepribadi  remaja yang memiliki daya ketahanan pribadi dan sosial dalam menghadapi benturan-benturan nilai yang berlaku dalam lingkungan remaja itu sendiri.
2.      Aspek lingkungan keluarga, karena proses penanaman nilai-nilai bermula dari dinamika kehidupan dalam keluarga itu sendiri dan akan terus berlangsung sampai remaja dapat menemukan identitas diri dan aktualisasi pribadinya secara utuh. Remaja akan menentukan perilaku sosialnya seiring dengan maraknya perilaku remaja seusianya yang mendapat penerimaan secara utuh oleh kalangannya. Oleh karenanya, peranan orang tua termasuk sanak keluarga lebih dominan di dalam mendidik, membimbing, dan mengawasi serta memberikan perhatian lebih.
3.      Aspek lingkungan pergaulan seringkali menuntut dan memaksa remaja harus dapat menerima pola perilaku yang dikembangkan remaja. Hal ini sebagai kompensasi pengakuan keberadaan remaja dalam kelompok. Maka, perlu diciptakan lingkungan pergaulan yang kondusif, agar situasi dan kondisi pergaulan dan hubungan sosial yang saling memberi pengaruh dan nilai-nilai positif bagi aktifitas remaja dapat terwujud.
4.      Aspek penegakan hukum/sanksi. Ketegasan penerapan sanksi mungkin dapat menjadi (terapi kejut) bagi remaja yang melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang. Dan ini dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kepolisian dan lainnya.
Aspek sosial kemasyarakat. Terciptanya sosial yang baik dan serasi di antara warga masyarakat sekitar, akan memberi implikasi terhadap tumbuh dan berkembangnya kontak-kontak sosial yang dinamis, sehingga muncul sikap saling memahami, memperhatikan, sekaligus mengawasi tindak perilaku warga terutama remaja di lingkungannya.

sources: 
http://artikelbencanaalamdiindonesia.blogspot.co.id/2014/07/sebab-dan-cara-mengatasi-kerusakan.html
http://nuhraini.blogspot.co.id/2012/10/peran-pendidikan-pancasila-dalam.html
https://www.facebook.com/permalink.php?id=221946234595100&story_fbid=227934607329596
Nama Kelompok:
Faradina Azizah Sany 031115063
Dearni Priska Br Sinaga 031115067
Syaravina Juliani 031115069